Industri halal global terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kualitas, keamanan, dan nilai etis sebuah produk. Banyak negara, termasuk negara dengan penduduk Muslim minoritas, mulai melihat halal sebagai peluang ekonomi strategis.
Korea Selatan, Jepang, Thailand, Australia, Brasil, hingga negara-negara Eropa semakin aktif mengembangkan layanan dan produk ramah halal. Hal ini menunjukkan bahwa halal tidak lagi hanya menjadi isu domestik negara-negara Muslim, melainkan bagian dari kompetisi global dalam merebut pasar konsumen Muslim dan konsumen umum yang semakin selektif.
Dalam persaingan tersebut, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar. Indonesia perlu menjadi pemain utama, penyusun standar, pusat pengetahuan, sekaligus mitra strategis bagi negara lain. Pengakuan terhadap Kepala BPJPH oleh Silla University dapat dibaca sebagai sinyal bahwa peran Indonesia mulai dilihat lebih serius dalam percaturan halal dunia.
Namun, pengakuan internasional juga membawa tanggung jawab besar. Indonesia perlu memastikan bahwa sistem jaminan produk halal di dalam negeri terus diperkuat, dipermudah, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha, termasuk UMKM. Jika ekosistem nasional kuat, posisi Indonesia di tingkat global akan semakin kredibel.

Posting Komentar