MIANGAS — Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menyerap langsung keluhan masyarakat saat berdialog dengan tokoh adat dan warga di Pendopo Miangas, Sabtu (13/2/2026) malam. Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan mendasar di wilayah perbatasan kembali mencuat.
Kegiatan yang dihadiri Camat Miangas dan perwakilan kepolisian tersebut menjadi kesempatan bagi warga menyampaikan kondisi yang mereka hadapi, mulai dari akses transportasi yang terhenti hingga layanan kesehatan yang minim.
“Kami datang untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat Miangas agar dapat diperjuangkan,” kata Sahrin.
Tokoh adat Miangas, Petrus, mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir tidak ada lagi layanan feri yang melayani rute ke Miangas. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan mobilitas warga sekaligus distribusi kebutuhan pokok.
Keluhan lain datang dari sektor kesehatan. Tokoh masyarakat, Ibu Laling, menyampaikan bahwa Miangas sudah hampir dua tahun tidak memiliki dokter.
“Puskesmas ada, tapi tidak ada dokter dan obat-obatan terbatas. Warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Dalam peninjauan lapangan pada Sabtu (14/2/2026), Sahrin juga menemukan sejumlah fasilitas negara dalam kondisi rusak dan tidak terurus. Kantor pemerintahan terlihat kurang terawat, pagar fasilitas umum rusak, serta papan nama instansi memudar.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan wilayah perbatasan masih belum menjadi prioritas pembangunan.
Selain itu, masyarakat Miangas juga mengeluhkan kebijakan perdagangan lintas batas Indonesia–Filipina. Batas nilai barang yang dapat dibawa saat ini hanya USD250, sehingga aktivitas ekonomi warga dinilai belum optimal.
Warga berharap pemerintah dapat meninjau kembali kesepakatan tersebut agar perdagangan lintas batas dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami melihat langsung kondisi Miangas. Wilayah perbatasan membutuhkan perhatian nyata dari pemerintah pusat,” tegas Sahrin.
Kunjungan ke Miangas merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Sahrin setelah sebelumnya mengunjungi Merauke, Papua, dan Manado, Sulawesi Utara.
Ia menegaskan aspirasi masyarakat Miangas akan terus disuarakan dalam perjuangan Gerakan Rakyat.
“Miangas adalah beranda terdepan Indonesia. Masyarakatnya tidak boleh tertinggal,” pungkasnya.

Posting Komentar