Anies Baswedan dan Harapannya untuk Fakfak di Usia ke-125

Pada Minggu pagi, 15 November 2025, suasana perayaan ulang tahun Kota Fakfak terasa berbeda. Di tengah rangkaian doa, ucapan, dan harapan dari berbagai tokoh, satu pesan datang dari sosok yang dikenal luas sebagai inspirator ormas gerakan rakyat—Anies Baswedan.


Dengan suara yang tenang namun penuh makna, Anies membuka pesannya.
“Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Izinkan saya mengucapkan selamat Ulang Tahun ke-125 untuk Kota Fakfak,” ucapnya.
Sebuah salam sederhana, tetapi membawa kehangatan bagi siapa pun yang mendengarnya.


Dalam narasinya, Anies tidak sekadar memberi ucapan selamat. Ia membawa sebuah harapan—harapan yang mencerminkan pandangannya tentang kota yang ideal. Ia membayangkan Fakfak sebagai kota yang tumbuh bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial.


“Insyaallah, Kota Fakfak terus menjadi kota yang membawa keberkahan bagi semua,” tuturnya melanjutkan, “kota yang memberikan kesempatan untuk tumbuh berkembang, kota yang maju, dan kota yang warganya bahagia.”


Ucapan itu seolah mengajak pendengar untuk membayangkan Fakfak di masa depan. Sebuah kota yang hidup berdampingan dalam harmoni; kota yang setiap sudutnya memberi ruang bagi masyarakat untuk berkembang; dan kota yang menjadikan kebahagiaan warganya sebagai ukuran keberhasilan.


Harapan Anies selaras dengan filosofi Fakfak yang sudah dikenal sejak lama: “Satu Tungku Tiga Batu.” Sebuah simbol yang menggambarkan kuatnya persatuan antarumat beragama, sebuah nilai yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Fakfak. Nilai yang membuat kota ini unik, dan sekaligus menjadi modal sosial bagi masa depannya.


Menutup pesannya, Anies menyampaikan salam hangat bagi pemerintah kota hingga seluruh warganya.
“Sekali lagi, selamat ulang tahun ke-125 untuk Kota Fakfak. Salam hangat untuk seluruh jajaran pemerintah kota dan seluruh warga. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.”


Ucapan itu tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga dorongan moral agar seluruh elemen Fakfak terus melangkah bersama. Seolah ia ingin mengatakan bahwa perjalanan kota ini masih panjang, dan setiap langkah yang diambil hari ini akan menentukan wajah Fakfak di masa depan.


Di usia yang ke-125, Fakfak kembali mendapatkan doa dan harapan, bukan hanya untuk menjadi kota yang maju, tetapi juga kota yang tetap setia pada nilai kebersamaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama